Polresta Tangerang Latih Generasi Milenial Perangi Hoax

IMG-20180406-WA0018

Guna menghalau penyebaran berita bohong atau hoax yang kian masif, Polres Kota Tangerang berkomitmen menggencarkan program literasi ke berbagai elemen masyarakat. Salah satu model literasi yang diselenggarakan Polres Kota Tangerang adalah literasi digital atau literasi media sosial.

Pelatihan literasi media sosial untuk generasi milenial sedianya akan diselenggarakan pada Sabtu, 7 April 2018 di Gedung Serba Guna (GSG), Puspemkab Tangerang.

“Literasi bukan sekadar membaca dan menulis. Literasi adalah upaya meningkatkan daya kritis masyarakat agar memiliki kemampuan mengidentifikasi informasi yang diterima,” kata Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol. H.M. Sabilul Alif, Jumat (6/4/18).

Kapolres menjelaskan, pelatihan ditujukan generasi milenial sesaui dengan tema yakni _“Generasi Milenial Garda Terdepan Anti Hoax”._ Dikatakan Kapolres, jika selama ini generasi milenial dianggap turut menyebarkan hoax. Maka, kata Kapolres, dengan pelatihan ini diharapkan generasi milenial menjadi generasi terdepan memerangi hoax.

Kapolres melanjutkan, setidaknya ada 5 jenis literasi yang dapat kita laksanakan dalam rangka meningkatkan nalar masyarakat dalam menghalau hoax. Kelima jenis literasi itu, ujar Kapolres, adalah literasi membaca dan menulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi budaya dan kewargaan, dan literasi digital.

“Kegiatan yang diselenggarakan merupakan bagian dari literasi digital. Kami memang berkomitmen menggalakan kelima jenis literasi itu di masyarakat. Dan di kesempatan ini, kami melaksanakan literasi digital atau media sosial yang diperuntukkan bagi generasi muda atau generasi milenial,” papar Kapolres.

Menurut Kapolres, literasi digital atau media sosial harus mendapat porsi agak besar. Sebab, kata Kapolres, sebaran hoax saat ini begitu masif di alam digital. Literasi digital, menurut Kapolres mengutip Paul Gilster, merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses melalui piranti komputer.

“Masyarakat saat ini bisa disebut sebagai _gadget,_ proses pencarian informasi dan riset banyak dilakukan di _google._ Dengan modal ‘copas’ istilah untuk salin dan tempel, umumnya tanpa pikir panjang, langsung _sharing_ tanpa disaring lalu menghujat orang,” bebernya.

Kapolres menambahkan, pelatihan literasi media sosial akan dibuka Kapolda Banten Brigjen Pol Listyo Sigit Prabowo. Untuk pemateri, kata Kapolres, akan diisi 6 pemateri yang dipimpin Deputi VI Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polhukam Arief Perboyo Moekiyat.

Sedangkan terkait peserta pelatihan, Kapolres menjelaskan, akan diikuti oleh 133 peserta yang terdiri dari anggota Purna Paskibra tingkat Kabupaten Tangerang, tingkat Provinsi Banten, dan pusat. Selain itu, lanjut Kapolres, peserta pelatihan juga turut menyertakan anggota humas jajaran Polda Banten, Bhayangkari Cabang Kota Tangerang, dan putra-putri Polri.

“Jumlah peserta didominasi kalangan purna paskibra. Hal itu berangkat dari kesadaran bahwa rekan-rekan di lingkungan paskibra sudah tidak diragukan lagi jiwa merah putihnya. Dengan mengikuti pelatihan ini, kami berharap jiwa merah putih itu kian terasah dengan keterampilan di bidang digital atau media sosial,” tandasa Kapolres. (*)

Share This Post

Post Comment