Dipicu Dendam, Supir Truk Galon Tewas di Tangan Kawan Sebangku

Polresta Tangerang – Perampokan dan pembunuhan sopir truk pengangkut air minum kemasan galon terjadi di Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang. Sopir truk Hino bernopol B 9516 NQC, Wildan Ari Aditia (26), tewas setelah dicekik dan dipukuli menggunakan kunci roda mobil. Ironinya, pelaku merupakan kernet truk itu sendiri, yakni Miftahudin.

Tindak kriminal tersebut terjadi pada Rabu (27/3/2019) dini hari. Di mana, sekitar pukul 01.00 WIB Wildan bersama Miftah hendak mengantarkan air galon merek Aqua ke daerah Labuan, Kabupaten Pandeglang. Mengingat perjalanan jauh, sopir berinisiatif mengecek ban mobil saat tiba di jalur darurat Gerbang Tol Cikupa menuju arah Merak.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Tangerang Ajun Komisaris Polisi Gogo Galesung mengatakan, pelaku dan korban bekerja di salah satu perusahaan distributor Aqua galon. Keduanya pun selalu bersama saat mendistribusikan air mineral kemasan ternama itu.

Hari Rabu itu malang dialami Wildan. Kala tengah mengecek ban truk, ia justru dipukuli menggunakan kunci roda oleh Miftah dan langsung tidak sadarkan diri. Miftah kemudian mengangkat tubuh Wildan ke dalam truk. Di dalam mobil, Miftah kembali memukul bagian kepala dan mencekik leher Wildan hingga tidak bernyawa lagi.

“Saat berangkat ke daerah Labuan dan berhenti di pinggir tol, korban mengecek ban mobil. Setelah dalam keadaan lengah, korban dipukul di bagian kepala belakang oleh pelaku sebanyak 11 kali dengan kunci roda,” kata Gogo dalam konferensi pers di Mapolresta Tangerang, Tigaraksa, Kamis (4/4/2019).

Dia mengungkapkan, selama ini kedua pekerja tersebut kerap melakukan penggelapan dengan menjual 5 hingga 10 Aqua galon tanpa sepengetahuan pemilik perusahaan. Namun tiap penjualan gelap, Wildan tidak berbagi hasil kepada Miftah. Sehingga ia pun merencanakan untuk menghabisi nyawa sang sopir.

“Jadi, motif pembunuhan ini dendam. Karena biasa mereka mengantar galon Aqua bersama-sama dijual lima atau sepuluh, mereka gelapkan tapi pelaku tidak pernah dibagi hasil,” tandas Gogo.

Setelah sopir mengembuskan napas terakhir, Miftah mengambil kendali truk. Ia mengemudikan mobil ke arah Rangkasbitung untuk menjual air minum kemasan galon. Setelah 1.400 Aqua galon terjual dengan harga Rp49 juta, Miftah kembali ke arah Tangerang dan meninggalkan truk yang di dalamnya masih ada jasad Wildan di wilayah Balaraja.

Namun pelarian Miftah tak berlangsung lama. Ia ditangkap polisi dan kini meringkuk di balik jeruji besi tahanan Polresta Tangerang. Selain Miftah, polisi membekuk empat orang lainnya terdiri dari Heri, Saeful, Misbah, dan Euis.

“Empat tersangka lain mengetahui rencana pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan yang dilakukan tersangka Miftah dan meminta bagian hasil dari penjualan galon Aqua,” jelas Gogo. 

Share This Post

Post Comment